Teori Pertukaran Sosial dan Contohnya

Pernahkah kamu berpikir mengapa kita berinteraksi dengan orang lain? Mengapa kita membentuk hubungan dengan teman, keluarga, atau rekan kerja? Jawabannya bisa ditemukan dalam apa yang disebut Teori Pertukaran Sosial.

Dalam artikel ini, kamu akan menjelajahi konsep ini secara mendalam dan memahami bagaimana teori pertukaran sosial ini memengaruhi hubungan sosial kita.

Teori Pertukaran Sosial dan Contohnya

Jadi, apa sebenarnya Teori Pertukaran Sosial itu? Mari kita mulai dengan pengertian dasarnya. Teori Pertukaran Sosial adalah kerangka konseptual dalam ilmu sosial yang menyatakan bahwa hubungan sosial melibatkan unsur-unsur seperti imbalan, pengorbanan, dan manfaat yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Bagaimana konsep ini berfungsi dalam kehidupan sehari-hari kita?

Manfaat dan Pengorbanan

Konsep utama dalam teori ini adalah manfaat dan pengorbanan. Dalam pertukaran sosial, “manfaat” adalah apa yang kamu peroleh dari suatu hubungan, seperti kepuasan, dukungan, atau imbalan materi.

Di sisi lain, “pengorbanan” adalah apa yang kamu korbankan dalam hubungan tersebut, seperti waktu, usaha, atau pengorbanan lainnya.

Ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang, kamu secara alami akan menimbang manfaat yang kamu terima terhadap pengorbanan yang kamu lakukan.

Motivasi untuk Pertukaran

Selanjutnya, teori ini mengasumsikan bahwa setiap individu memiliki motivasi unik dalam melakukan pertukaran sosial.

Setiap orang memiliki keinginan atau tujuan pribadi yang memandu tindakan mereka. Misalnya, ketika kamu membantu seorang teman, kamu mungkin melakukannya karena ingin memberikan dukungan (manfaat) dan merasa senang melakukannya (manfaat emosional). Di sinilah konsep motivasi dalam teori pertukaran sosial sangat relevan.

Ekspektasi Kesetaraan

Prinsip lain yang mendasari teori ini adalah ekspektasi kesetaraan. Dalam pertukuran sosial, individu cenderung mengharapkan agar manfaat yang mereka terima setara dengan pengorbanan yang mereka lakukan. Prinsip ini sering disebut sebagai prinsip ekuitas.

Jika seseorang merasa bahwa pertukuran tersebut tidak adil, hubungan sosial bisa menjadi tidak seimbang, dan ini dapat mempengaruhi kualitas hubungan tersebut.

Penerimaan Sosial

Tidak hanya berbicara tentang manfaat materi atau emosional, teori pertukaran sosial juga mengakui pentingnya penerimaan sosial. Ini berarti bahwa penerimaan dari orang lain dalam hubungan sosial juga dianggap sebagai bentuk manfaat.

Penerimaan ini seringkali bersifat emosional dan individual, dan bisa sangat memengaruhi bagaimana kita merasa dalam hubungan.

Asumsi Dasar Teori Pertukaran Sosial

Untuk memahami lebih jauh teori pertukuran sosial, ada beberapa asumsi dasar yang perlu dipegang. Asumsi-asumsi ini membentuk fondasi teori ini:

  1. Motivasi untuk Menerima Nilai: Salah satu asumsi mendasar adalah bahwa orang cenderung mencari keuntungan dalam pertukuran sosial. Mereka tidak hanya melakukan pertukuran itu sendiri, tetapi juga berharap untuk mendapatkan sesuatu yang berharga (hadiah) sebagai imbalan atas pengorbanan yang mereka lakukan.
  2. Pertukuran yang Berlanjut: Teori ini menyatakan bahwa pertukuran sosial berlangsung ketika individu merasa bahwa manfaat yang mereka terima lebih besar daripada pengorbanan yang mereka lakukan. Dalam konteks ini, individu akan cenderung melanjutkan pertukuran tersebut.
  3. Manfaat dan Biaya yang Bervariasi: Manfaat dan pengorbanan yang terlibat dalam pertukuran sosial dapat berupa hal-hal materi, seperti uang, atau hal-hal non-materi, seperti waktu dan usaha. Ini dapat berbeda-beda antarindividu dan situasi.
  4. Ekspektasi Kesetaraan: Prinsip ekspektasi kesetaraan berarti bahwa individu mengharapkan manfaat yang mereka terima setara dengan pengorbanan yang mereka keluarkan. Prinsip ini membantu menilai apakah pertukuran tersebut adil atau tidak.
  5. Pengaruh Masa Lalu: Individu seringkali membandingkan pengalaman mereka dalam pertukuran dengan masa lalu mereka atau alternatif lain. Ini berarti bahwa pengalaman sebelumnya dapat memengaruhi cara individu berperilaku dalam pertukuran sosial.

Pertentangan Mengenai Teori Pertukaran Sosial

Seperti banyak teori dalam ilmu sosial, teori pertukaran sosial juga tidak tanpa kontroversi. Salah satu konflik utama adalah antara pendekatan individualistik dan kolektivis.

George C. Homans, pencetus teori ini, menekankan pendekatan individualistik dalam memahami pertukuran sosial. Namun, ada pandangan lain yang lebih kolektivis, yang menekankan pengaruh kelompok dan masyarakat dalam pertukuran sosial.

Bagaimana Teori Pertukuran Sosial Memengaruhi Hubungan Kita?

Teori pertukuran sosial memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana kita berinteraksi dan membangun hubungan dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali melakukan pertukuran sosial tanpa menyadarinya.

Sebagai contoh, pertukuran yang terjadi dalam persahabatan bisa melibatkan memberikan dukungan emosional atau waktu untuk teman kita sebagai imbalan atas dukungan yang mereka berikan kepada kita.

Selain itu, teori ini juga dapat menjelaskan mengapa hubungan romantis atau hubungan kerja bisa bertahan atau bahkan berakhir.

Baca juga: Konsep Teori Belajar Sibernetik

Bagaimana Perubahan Waktu Mempengaruhi Pertukuran Sosial?

Saat kita menjalin hubungan dengan seseorang, pertukuran sosial bisa berubah seiring waktu. Pada awal hubungan, orang cenderung tidak terlalu memperhatikan keseimbangan pertukuran tersebut.

Mereka mungkin bersedia melakukan lebih banyak pengorbanan karena mereka terpesona oleh hubungan baru tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu, orang mulai menilai keseimbangan antara manfaat dan pengorbanan yang mereka terima dalam hubungan tersebut. Jika mereka merasa tidak adil, hubungan tersebut bisa mengalami masalah.

Kesimpulan

Teori Pertukuran Sosial adalah alat yang berguna untuk memahami bagaimana manusia berinteraksi dan membangun hubungan sosial.

Dengan memahami konsep manfaat, pengorbanan, dan prinsip ekuitas, kita dapat melihat bagaimana pertukuran sosial memengaruhi hubungan kita dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun ada pertentangan dan kontroversi seputar teori ini, tetap saja menjadi kerangka kerja yang berharga dalam memahami perilaku sosial manusia.

Selanjutnya, kamu bisa lebih peka terhadap bagaimana pertukuran sosial berperan dalam berbagai aspek kehidupanmu dan bagaimana hal itu memengaruhi hubungan dengan orang lain.

Sumber:

  1. pesantren RH
  2. smp it RH
  3. yayasan RH
  4. SMP IT RH

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top