Teori Belajar Humanistik dan Contoh serta Cirinya

Hai, teman-teman pembaca! Hari ini, kita akan menjelajahi salah satu teori belajar yang menarik, yaitu Teori Belajar Humanistik. Ini adalah pandangan yang mengagumkan tentang bagaimana kita sebagai manusia mengembangkan pengetahuan kita dan membangun kepribadian kita melalui pendidikan. Mari kita gali lebih dalam tentang teori ini dan mengapa hal ini begitu penting dalam dunia pendidikan.

Apa Itu Teori Belajar Humanistik

 

Pertama-tama, mari kita pahami apa itu Teori Belajar Humanistik. Ini adalah pendekatan dalam dunia pendidikan yang sangat menekankan pada perkembangan pengetahuan dari perspektif kepribadian manusia. Jadi, itu berarti melihat segala sesuatu dalam konteks bagaimana hal itu memengaruhi kita sebagai individu.

Teori ini juga berusaha untuk membangun kepribadian kita melalui kegiatan-kegiatan yang positif. Jadi, kita bisa mengatakan bahwa guru atau pendidik yang menggunakan pendekatan ini adalah mereka yang mendedikasikan diri untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang posithumif.

Baca juga: Teori Belajar Behavioristik

Perbedaan dengan Teori Belajar Behavioristik

Untuk memahami lebih dalam tentang Teori Belajar Humanistik, mari kita bandingkan dengan Teori Belajar Behavioristik. Teori ini adalah pendekatan yang berbeda. Sementara Teori Belajar Humanistik menekankan perkembangan kepribadian dan perubahan sikap, Teori Belajar Behavioristik lebih memusatkan perhatian pada tingkah laku manusia dan motivasi.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, Teori Belajar Humanistik melihat pembelajaran sebagai cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sementara Teori Belajar Behavioristik melihatnya sebagai respons terhadap motivasi yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Peran Guru dalam Teori Belajar Humanistik

Sebuah aspek penting dalam Teori Belajar Humanistik adalah peran guru atau pendidik. Mereka tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar.

Guru harus menyusun dan mempersiapkan materi pembelajaran dengan baik agar tujuan belajar tercapai. Mereka juga harus tetap santai ketika mendengar ungkapan-ungkapan dari murid yang mungkin memiliki perasaan yang kuat dan dalam saat belajar mengajar.

Dalam peran sebagai fasilitator, guru juga harus memiliki kemampuan untuk mengenali dan menerima kelemahan-kelemahan dalam diri mereka sendiri. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri, mereka dapat mengajar dengan lebih efektif.

Selain itu, guru juga ditugaskan untuk mengetahui keinginan dari setiap murid. Mengapa ini penting? Karena keinginan-keinginan yang ada pada setiap murid dapat memberikan kekuatan tambahan dan mendorong semangat belajar yang lebih besar.

Kelebihan Teori Belajar Humanistik

Sekarang, mari kita bahas beberapa kelebihan dari Teori Belajar Humanistik:

  1. Kesenangan dalam Belajar: Salah satu indikator keberhasilan teori ini adalah ketika murid merasa senang dalam belajar. Ini adalah hasil dari pendekatan yang lebih personal dan penuh perhatian terhadap murid sebagai individu.
  2. Perubahan Positif: Teori ini memungkinkan perubahan positif dalam tingkah laku dan pola pikir. Ini bukan karena paksaan, tetapi karena murid merasa termotivasi dan berhubungan secara positif dengan materi pelajaran.
  3. Pembentukan Kepribadian: Teori Belajar Humanistik sangat cocok ketika tujuan pembelajaran adalah pembentukan kepribadian. Ini membantu murid untuk menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki kemampuan untuk mengatur diri mereka sendiri.

Kekurangan Teori Belajar Humanistik

Namun, seperti halnya dengan segala sesuatu, Teori Belajar Humanistik juga memiliki kekurangan:

  1. Tergantung pada Murid: Kekurangan utama terletak pada murid itu sendiri. Jika murid tidak memiliki minat atau semangat untuk mengenali potensi mereka, mereka mungkin tertinggal dalam proses belajar.

Contoh Teori Belajar Humanistik

Salah satu contoh teori belajar humanistik yang terkenal adalah Teori Kebutuhan Menjadi dari Abraham Maslow. Maslow adalah seorang psikolog yang mengembangkan teori ini berdasarkan pandangan bahwa manusia memiliki hierarki kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mencapai pertumbuhan pribadi dan aktualisasi diri.

Teori ini mengemukakan bahwa manusia memiliki lima tingkat kebutuhan yang tersusun dalam hierarki, yaitu:

  1. Kebutuhan Fisiologis: Ini adalah kebutuhan dasar seperti makanan, air, tempat tinggal, dan tidur. Menurut teori ini, sampai kebutuhan ini terpenuhi, individu akan sulit untuk berkembang dalam hal belajar atau pencapaian pribadi.
  2. Kebutuhan akan Keamanan: Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, individu mencari keamanan dan stabilitas dalam hidup mereka. Ini termasuk keamanan finansial, pekerjaan yang stabil, dan perlindungan dari bahaya.
  3. Kebutuhan Sosial: Ini melibatkan keinginan untuk memiliki hubungan sosial yang positif, seperti keluarga, teman-teman, dan komunitas. Kebutuhan akan kasih sayang, pertemanan, dan penerimaan sosial menjadi penting dalam pengembangan pribadi.
  4. Kebutuhan Penghargaan: Ini adalah kebutuhan akan penghargaan diri dan penghargaan dari orang lain. Individu ingin merasa berharga, dihargai, dan diakui atas prestasi mereka.
  5. Kebutuhan Aktualisasi Diri: Ini adalah puncak hierarki dan mencakup pencapaian potensi pribadi penuh. Individu yang mencapai tahap ini dalam hierarki akan merasa puas dengan diri mereka sendiri dan mencapai pertumbuhan yang maksimal.

Contoh penerapan teori ini dalam konteks pendidikan adalah guru yang memahami bahwa murid harus merasa aman dan memiliki hubungan sosial yang baik dalam kelas sebelum mereka dapat fokus pada belajar. Guru dapat menciptakan lingkungan yang mendukung ini dengan menjaga disiplin kelas yang positif, mempromosikan kolaborasi sosial, dan memberikan penghargaan atas prestasi akademik.

Dengan memahami hierarki kebutuhan ini, pendidik dapat merencanakan pembelajaran yang lebih efektif yang memperhatikan kebutuhan emosional dan sosial murid, yang pada gilirannya akan memungkinkan mereka mencapai potensi belajar penuh mereka. Ini adalah contoh bagaimana Teori Belajar Humanistik, seperti yang digagas oleh Abraham Maslow, dapat diterapkan dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan pengalaman belajar murid.

Tokoh Teori Belajar Humanistik

Terdapat beberapa tokoh yang terkenal dalam pengembangan Teori Belajar Humanistik. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Abraham Maslow: Salah satu tokoh paling terkenal dalam teori belajar humanistik adalah Abraham Maslow. Dia mengembangkan Teori Kebutuhan Menjadi yang membahas hierarki kebutuhan manusia. Menurut Maslow, individu harus memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri untuk mencapai pertumbuhan pribadi yang maksimal.
  2. Carl Rogers: Carl Rogers adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori Perkembangan Pribadi. Dia menganggap individu sebagai makhluk yang memiliki dorongan bawaan untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri. Rogers menekankan pentingnya penerimaan diri (self-acceptance) dan perasaan positif terhadap diri sendiri dalam pembelajaran dan pengembangan pribadi.
  3. Abraham Maslow: Salah satu tokoh paling terkenal dalam teori belajar humanistik adalah Abraham Maslow. Dia mengembangkan Teori Kebutuhan Menjadi yang membahas hierarki kebutuhan manusia. Menurut Maslow, individu harus memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri untuk mencapai pertumbuhan pribadi yang maksimal.
  4. Jean Piaget: Meskipun Jean Piaget lebih dikenal dengan kontribusinya dalam perkembangan kognitif anak, dia juga memiliki elemen humanistik dalam pandangannya tentang pendidikan. Piaget menekankan pentingnya belajar melalui pengalaman, eksplorasi, dan konstruksi pengetahuan sendiri.
  5. Carl Rogers: Carl Rogers adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori Perkembangan Pribadi. Dia menganggap individu sebagai makhluk yang memiliki dorongan bawaan untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri. Rogers menekankan pentingnya penerimaan diri (self-acceptance) dan perasaan positif terhadap diri sendiri dalam pembelajaran dan pengembangan pribadi.
  6. Abraham Maslow: Salah satu tokoh paling terkenal dalam teori belajar humanistik adalah Abraham Maslow. Dia mengembangkan Teori Kebutuhan Menjadi yang membahas hierarki kebutuhan manusia. Menurut Maslow, individu harus memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri untuk mencapai pertumbuhan pribadi yang maksimal.
  7. Jean Piaget: Meskipun Jean Piaget lebih dikenal dengan kontribusinya dalam perkembangan kognitif anak, dia juga memiliki elemen humanistik dalam pandangannya tentang pendidikan. Piaget menekankan pentingnya belajar melalui pengalaman, eksplorasi, dan konstruksi pengetahuan sendiri.
  8. Carl Rogers: Carl Rogers adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori Perkembangan Pribadi. Dia menganggap individu sebagai makhluk yang memiliki dorongan bawaan untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri. Rogers menekankan pentingnya penerimaan diri (self-acceptance) dan perasaan positif terhadap diri sendiri dalam pembelajaran dan pengembangan pribadi.

Tiga tokoh di atas (Maslow, Rogers, dan Piaget) adalah contoh utama tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam perkembangan Teori Belajar Humanistik. Pendekatan mereka berfokus pada pengembangan pribadi, penerimaan diri, pertumbuhan, dan potensi individu dalam konteks pembelajaran dan pengajaran.

Ciri Teori Belajar Humanistik

Teori Belajar Humanistik memiliki beberapa ciri-ciri khas yang membedakannya dari teori-teori belajar lainnya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri utama dari Teori Belajar Humanistik:

  1. Fokus pada Individu: Teori Belajar Humanistik sangat menekankan pada individu sebagai subjek belajar. Ini berarti bahwa pendekatan ini memandang setiap individu sebagai unik dengan kebutuhan, motivasi, dan potensi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini menekankan pentingnya memahami kebutuhan dan karakteristik khusus setiap murid.
  2. Aktualisasi Diri: Salah satu ciri paling menonjol dari Teori Belajar Humanistik adalah penekanannya pada aktualisasi diri atau pertumbuhan pribadi. Teori ini menganggap bahwa setiap individu memiliki potensi untuk mencapai pertumbuhan maksimal dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Dalam konteks pendidikan, ini berarti menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pribadi dan memberi murid kesempatan untuk mencapai potensi mereka.
  3. Penerimaan dan Empati: Teori Belajar Humanistik menggarisbawahi pentingnya penerimaan dan empati dalam proses pembelajaran. Guru atau pendidik diharapkan untuk bersikap penuh pengertian, menerima, dan peduli terhadap murid. Ini menciptakan lingkungan di mana murid merasa dihargai, aman, dan bebas untuk berbicara tentang perasaan dan pengalaman mereka.
  4. Belajar Berpusat pada Murid: Dalam pendekatan ini, pembelajaran adalah proses yang berpusat pada murid. Artinya, murid memiliki kontrol atas pembelajaran mereka sendiri. Mereka diberi kebebasan untuk mengeksplorasi, bertanya, dan mengembangkan pemahaman mereka sendiri. Guru bertindak sebagai fasilitator atau pembimbing dalam proses ini, bukan sebagai otoritas yang memberikan pengetahuan secara pasif.
  5. Pengalaman dan Eksplorasi: Teori Belajar Humanistik mengutamakan pengalaman dan eksplorasi sebagai cara utama untuk belajar. Individu belajar melalui interaksi dengan dunia nyata, refleksi atas pengalaman mereka, dan eksperimen dengan ide-ide baru. Oleh karena itu, pendidikan dalam pendekatan ini sering melibatkan proyek-proyek praktis, diskusi terbuka, dan tugas-tugas yang memungkinkan murid untuk aktif terlibat dalam pembelajaran.
  6. Konteks Sosial: Meskipun cenderung berfokus pada individu, Teori Belajar Humanistik juga mengakui pentingnya konteks sosial dalam pembelajaran. Interaksi sosial, dukungan teman sebaya, dan pengaruh lingkungan dapat memengaruhi perkembangan individu. Oleh karena itu, pendekatan ini mempromosikan kolaborasi, komunikasi, dan hubungan positif dalam proses pembelajaran.
  7. Pendekatan Holistik: Teori Belajar Humanistik mengambil pendekatan holistik terhadap pembelajaran dan perkembangan pribadi. Ini berarti melihat individu sebagai keseluruhan yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Dalam pendidikan, ini berarti memperhatikan semua aspek perkembangan murid dan menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyeluruh.
  8. Tujuan Intrinsik: Teori ini menggambarkan bahwa motivasi intrinsik, atau motivasi dari dalam diri individu, lebih kuat daripada motivasi ekstrinsik (misalnya, hadiah atau hukuman eksternal). Oleh karena itu, dalam pendekatan ini, pendidik berusaha untuk membangkitkan minat dan semangat belajar yang berasal dari dalam diri murid.

Ini adalah beberapa ciri-ciri khas dari Teori Belajar Humanistik yang membedakannya dari teori-teori belajar lainnya. Pendekatan ini menempatkan individu dan pertumbuhan pribadi mereka di pusat pembelajaran dan pendidikan, dengan tujuan untuk membantu mereka mencapai potensi maksimal mereka.

Kesimpulan

Teori Belajar Humanistik adalah pendekatan yang sangat berharga dalam dunia pendidikan. Ini mengajarkan kita untuk melihat pembelajaran dari sudut pandang yang lebih personal, memfokuskan perubahan positif, dan mengembangkan kepribadian yang kuat. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan memahami kebutuhan serta keinginan setiap murid.

Meskipun memiliki tantangan, pendekatan ini memberikan kesempatan besar untuk penyesuaian dan pengembangan individu. Ini juga menghadirkan elemen kehidupan dalam pembelajaran, membuatnya lebih bermakna dan memotivasi murid untuk terus belajar sepanjang hidup mereka.

Dalam dunia yang terus berubah, pembelajaran adalah kunci untuk beradaptasi dan tumbuh. Dengan memahami Teori Belajar Humanistik, kita dapat memastikan bahwa pendidikan kita tidak hanya mempersiapkan kita untuk menghadapi dunia, tetapi juga membantu kita menjadi lebih baik sebagai individu. Semoga artikel ini telah memberikan wawasan yang berharga tentang konsep ini. Teruslah belajar, teruslah berkembang, dan jadilah versi terbaik dari diri Anda! Terima kasih telah membaca.

Sumber:

  1. pesantren RH
  2. smp it RH
  3. yayasan RH
  4. SMP IT RH

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top