Pengertian Suspensi dan Contohnya

Suspensi adalah campuran heterogen dari dua atau lebih zat, di mana zat yang satu terdispersi dalam zat yang lain. Zat yang terdispersi disebut fase terdispersi, sedangkan zat yang mendispersi disebut fase pendispersi.

Dalam suspensi, partikel fase terdispersi memiliki ukuran yang lebih besar daripada ukuran molekul fase pendispersi. Hal ini menyebabkan partikel fase terdispersi dapat mengendap jika tidak diaduk.

Suspensi dapat ditemukan dalam berbagai bidang, seperti:

  • Farmasi, suspensi digunakan untuk obat-obatan yang tidak larut dalam air.
  • Teknik, suspensi digunakan untuk bahan-bahan yang tidak larut dalam pelarut tertentu.
  • Kehidupan sehari-hari, suspensi dapat ditemukan dalam berbagai produk, seperti susu, cat, dan tinta.

Jenis-jenis suspensi

Berdasarkan ukuran partikel fase terdispersinya, suspensi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Suspensi kasar, adalah suspensi yang memiliki ukuran partikel fase terdispersinya lebih besar dari 100 mikrometer. Suspensi kasar dapat dilihat dengan mata telanjang.
  • Suspensi halus, adalah suspensi yang memiliki ukuran partikel fase terdispersinya lebih kecil dari 100 mikrometer. Suspensi halus tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi dapat dilihat dengan mikroskop.

Sifat-sifat suspensi

Suspensi memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  • Tidak homogen, yaitu campuran dari dua atau lebih zat yang tidak dapat tercampur secara sempurna.
  • Bisa mengendap, yaitu partikel fase terdispersinya dapat mengendap jika tidak diaduk.
  • Tidak dapat disaring, yaitu partikel fase terdispersinya tidak dapat disaring dengan penyaring biasa.

Pembuatan suspensi

Suspensi dapat dibuat dengan cara mencampurkan fase terdispersi dan fase pendispersi dengan cara pengadukan. Pengadukan dilakukan untuk menyebarkan partikel fase terdispersi secara merata dalam fase pendispersi.

Pemeliharaan suspensi

Suspensi harus dijaga agar tidak mengendap. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Dijaga agar selalu teraduk.
  • Ditambahkan zat pengental, seperti gelatin, agar-agar, atau bentonit.
  • Ditambahkan zat pembasah, seperti gliserin atau sabun.

Penggunaan suspensi

Suspensi dapat digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain:

  • Obat-obatan, suspensi digunakan untuk obat-obatan yang tidak larut dalam air. Suspensi obat-obatan biasanya ditambahkan zat pengental agar tidak mengendap.
  • Teknik, suspensi digunakan untuk bahan-bahan yang tidak larut dalam pelarut tertentu. Misalnya, suspensi bentonit digunakan untuk pembuatan beton.
  • Kehidupan sehari-hari, suspensi dapat ditemukan dalam berbagai produk, seperti susu, cat, dan tinta.

Contoh suspensi

Berikut adalah beberapa contoh suspensi:

  • Susu, adalah suspensi dari lemak, protein, dan gula dalam air.
  • Cat, adalah suspensi dari pigmen dalam air atau pelarut organik.
  • Tinta, adalah suspensi dari pigmen dalam air atau pelarut organik.
  • Obat-obatan, seperti suspensi parasetamol, ibuprofen, dan amoksisilin.
  • Bahan-bahan teknik, seperti suspensi bentonit, semen, dan pasir.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top