Pengertian Asosiasi dan Bentuknya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah asosiasi. Asosiasi dapat diartikan sebagai perkumpulan atau paguyuban yang terdiri dari sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama. Asosiasi dapat terbentuk karena adanya kesadaran akan adanya kesamaan kepentingan, tujuan, atau nilai-nilai yang dipegang teguh.

Asosiasi memiliki peran penting dalam masyarakat. Asosiasi dapat menjadi wadah bagi anggotanya untuk saling berbagi informasi, bertukar pikiran, dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Asosiasi juga dapat menjadi jembatan antara anggotanya dengan pihak lain, misalnya pemerintah, swasta, atau masyarakat umum.

Pengertian Asosiasi

Secara umum, asosiasi dapat diartikan sebagai perkumpulan atau paguyuban yang terdiri dari sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama. Asosiasi dapat terbentuk karena adanya kesadaran akan adanya kesamaan kepentingan, tujuan, atau nilai-nilai yang dipegang teguh.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asosiasi adalah perkumpulan sekelompok orang dengan kepentingan yang sama. Asosiasi dapat terbentuk atas dasar kesamaan profesi, minat, agama, suku, ras, atau kepentingan lainnya.

Bentuk Asosiasi

Asosiasi dapat berbentuk formal maupun informal. Asosiasi formal adalah asosiasi yang memiliki struktur organisasi yang jelas, seperti adanya ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Asosiasi informal adalah asosiasi yang tidak memiliki struktur organisasi yang jelas.

Ciri-ciri Asosiasi

Secara umum, asosiasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Terdiri dari sekelompok orang
  • Memiliki kepentingan yang sama
  • Terbentuk atas dasar kesadaran
  • Memiliki tujuan bersama

Tujuan Asosiasi

Tujuan asosiasi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek asosiasi adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan anggotanya. Misalnya, asosiasi pedagang dapat memberikan bantuan kepada anggotanya yang mengalami kesulitan keuangan.

Tujuan jangka panjang asosiasi adalah untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, asosiasi profesi dapat meningkatkan kualitas anggotanya dan memperjuangkan kepentingan anggotanya di mata pemerintah.

Fungsi Asosiasi

Asosiasi memiliki fungsi penting dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut:

  • Wadah bagi anggota untuk saling berbagi informasi, bertukar pikiran, dan berkolaborasi
  • Jembatan antara anggota dengan pihak lain
  • Pemberdayaan anggota
  • Pelestarian nilai-nilai

Jenis-jenis Asosiasi

Asosiasi dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai kriteria, misalnya:

  • Berdasarkan bidangnya, asosiasi dapat dibagi menjadi asosiasi profesi, asosiasi dagang, asosiasi olahraga, asosiasi keagamaan, dan asosiasi sosial.
  • Berdasarkan wilayahnya, asosiasi dapat dibagi menjadi asosiasi lokal, asosiasi nasional, dan asosiasi internasional.

Contoh Asosiasi

Berikut adalah beberapa contoh asosiasi:

  • Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
  • Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)
  • Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI)

Kesimpulan

Asosiasi adalah perkumpulan atau paguyuban yang terdiri dari sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama. Asosiasi memiliki peran penting dalam masyarakat dan memiliki berbagai fungsi, seperti wadah bagi anggota untuk saling berbagi informasi, bertukar pikiran, dan berkolaborasi; jembatan antara anggota dengan pihak lain; pemberdayaan anggota; dan pelestarian nilai-nilai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top