Apa itu Opotunis dan Ciri Orang Oportunis

AyoGaes.Com – Dalam kehidupan sosial, tidak dapat dihindari kita akan berinteraksi dengan berbagai jenis individu yang memiliki karakteristik unik. Salah satu tipe orang yang sering ditemui adalah oportunis. Oportunis merupakan individu yang cenderung memanfaatkan situasi atau orang lain hanya demi keuntungan pribadi, tanpa mempertimbangkan dampak atau konsekuensi yang mungkin timbul. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pengertian Apa itu Opotunis, ciri-ciri teman yang oportunis, serta tipe orang lain yang perlu dihindari. Selain itu, kita akan membahas bagaimana cara mengatasi dan menangani interaksi dengan oportunis.

Apa itu Opotunis?

Apa Itu Opotunis

Oportunis berasal dari kata “opportunistic” dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada seseorang yang selalu mencari peluang atau situasi yang menguntungkan dirinya sendiri. Dalam konteks sosial, oportunis adalah individu yang cenderung menggunakan orang lain atau memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi, tanpa memperhatikan etika, integritas, atau rasa empati terhadap orang lain. Sifat oportunis seringkali merugikan hubungan sosial dan dapat merusak kepercayaan di antara teman-teman atau kolega.

Baca juga : Pengertian Psikologi, Jenis, dan Manfaat Mempelajarinya

Ciri-Ciri Orang yang Oportunis

Penting untuk mengenali ciri-ciri teman yang oportunis agar kita dapat menjaga diri dan hubungan sosial dengan lebih baik. Berikut adalah beberapa ciri-ciri teman yang oportunis yang perlu diwaspadai:

  1. Hanya mau berteman dengan orang yang memberinya banyak keuntungan: Teman oportunis akan cenderung menjalin hubungan hanya dengan mereka yang bisa memberikan keuntungan atau manfaat tertentu baginya. Begitu manfaat tersebut hilang, mereka mungkin akan merasa tidak tertarik lagi untuk berinteraksi.
  2. Suka mengulik informasi darimu: Oportunis sering mencari informasi pribadi atau rahasia dari teman-temannya untuk dijadikan sebagai senjata jika diperlukan. Mereka mungkin akan memanfaatkan informasi tersebut untuk mendapatkan keuntungan atau mengancam integritas seseorang.
  3. Tega mencari kesempatan dalam kesempitan: Ketika situasi sulit atau seseorang sedang menghadapi masalah, oportunis dapat muncul dengan tawaran atau proposal yang seolah-olah akan membantu, tetapi sebenarnya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari situasi tersebut.
  4. Hati-hati, sarannya yang selalu menjerumuskan!: Teman oportunis cenderung memberikan saran yang tidak selalu menguntungkanmu. Mereka mungkin akan memberikan saran yang lebih menguntungkan bagi mereka sendiri, bahkan jika itu berarti kamu harus mengorbankan kepentinganmu sendiri.
  5. Dalam membagi apapun dia tidak pernah adil: Oportunis cenderung mengambil lebih banyak bagian dari apa pun yang dibagikan, tanpa memperhatikan kebutuhan atau hak orang lain. Mereka mungkin juga bersikap tidak adil dalam membagi tanggung jawab atau kontribusi dalam suatu tugas atau proyek.
  6. Mereka orang yang kreatif: Oportunis sering memiliki kreativitas yang tinggi dalam mencari cara-cara untuk mendapatkan keuntungan. Mereka dapat dengan cepat melihat peluang dalam situasi yang mungkin tidak terlihat menguntungkan oleh orang lain.
  7. Tidak Mempercayai Norma: Individu oportunis cenderung tidak terlalu memedulikan nilai atau norma yang berlaku. Mereka mungkin akan melanggar norma-norma ini demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.
  8. Selalu mempunyai alasan: Oportunis sering kali memiliki alasan atau justifikasi untuk tindakan mereka yang mementingkan diri sendiri. Mereka dapat dengan mudah merancang alasan yang masuk akal untuk menjelaskan mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan.
  9. Mempunyai sikap yang optimis: Meskipun terdengar kontradiktif, oportunis sering memiliki sikap yang optimis terhadap hasil yang akan mereka capai. Mereka yakin bahwa tindakan egois mereka akan membawa keuntungan di akhir.
  10. Jago dalam memanfaatkan keadaan: Oportunis memiliki kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang di sekitar mereka. Mereka dapat mengubah situasi yang mungkin tampak biasa menjadi peluang untuk mendapatkan manfaat pribadi.
  11. Harus selalu up to date: Oportunis akan selalu mencari informasi terbaru dan tren yang sedang berlangsung. Hal ini karena mereka ingin tetap relevan dan memastikan mereka tidak melewatkan peluang apa pun.
  12. Hobi menghitung hasil: Mereka cenderung mengukur setiap tindakan mereka berdasarkan hasil yang mereka harapkan. Jika tindakan tersebut tidak menghasilkan keuntungan, mereka mungkin akan mencari peluang lain.

Tipe-Tipe Orang yang Perlu Dihindari

Selain oportunis, ada beberapa tipe orang lain yang juga perlu dihindari dalam interaksi sosial. Mengenali tipe-tipe ini dapat membantu kita menjaga kesehatan mental dan menjauhkan diri dari konflik yang tidak perlu:

  1. Tipe oportunis: Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, oportunis adalah individu yang cenderung memanfaatkan orang lain atau situasi demi keuntungan pribadi.
  2. Tipe drama: Orang-orang ini cenderung menciptakan drama atau konflik di sekitar mereka. Mereka sering mencari perhatian dengan mengubah situasi sehari-hari menjadi masalah yang lebih besar dari yang seharusnya.
  3. Tipe pengkritik: Individu ini selalu mencari-cari kesalahan atau kekurangan orang lain dan suka mengkritik secara terbuka. Mereka dapat merendahkan rasa percaya diri orang lain dan mengganggu suasana yang positif.

Penutup

Dalam berinteraksi dengan berbagai tipe individu dalam kehidupan sosial, penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang oportunis dan karakteristik mereka. Meskipun tidak mungkin untuk sepenuhnya menghindari oportunis, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dan menjaga kesehatan mental kita. Ini termasuk dengan menghindari tipe-tipe orang lain yang mungkin memiliki dampak negatif pada hubungan dan kesejahteraan kita.

Selain itu, kita dapat belajar untuk mengatasi interaksi dengan oportunis dengan lebih bijak. Ini mungkin termasuk dengan menetapkan batasan yang jelas, berkomunikasi dengan jujur, dan memilih teman-teman atau kolega yang memiliki nilai-nilai dan etika yang sejalan dengan nilai-nilai kita sendiri. Dengan pemahaman dan tindakan yang tepat, kita dapat menjaga hubungan sosial yang sehat dan produktif, sambil menghindari dampak negatif dari oportunis dan tipe-tipe individu lain yang perlu diwaspadai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top