Apa itu Gaslighting dan Contoh serta Cirinya

AyoGaes.Com – Apa itu Gaslighting? Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang meracuni hubungan antarindividu. Istilah ini pertama kali muncul dalam drama tahun 1938 berjudul “Gas Light” karya Patrick Hamilton, yang kemudian diadaptasi menjadi film-film yang lebih terkenal.

Dalam cerita tersebut, seorang suami berusaha meyakinkan istri bahwa dia gila dengan meragukan kewarasan dan persepsi istri terhadap kenyataan. Gaslighting adalah bentuk penipuan emosional yang dapat merusak kesehatan mental dan emosional seseorang.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang apa itu gaslighting, termasuk definisi, contoh-contoh nyata, ciri-ciri, dampaknya, dan bagaimana mengatasi perilaku gaslighting dalam hubungan.

Apa Itu Gaslighting?

Apa itu Gaslighting dan Contoh serta Cirinya

Gaslighting adalah taktik manipulasi psikologis yang digunakan oleh seseorang untuk meragukan atau merusak kepercayaan diri dan persepsi korban. Ini sering digunakan dalam hubungan antarindividu, seperti hubungan asmara, persahabatan, atau hubungan keluarga.

Gaslighting dapat membuat korban merasa gila, bingung, atau meragukan diri sendiri. Ini adalah bentuk kekuasaan dan kendali yang merendahkan orang lain untuk meningkatkan rasa superioritas atau kontrol.

Contoh Nyata Dari Perilaku Gaslighting

  1. Meremehkan emosi dan perasaan: Seorang pasangan mungkin merespon ekspresi emosi atau perasaan korban dengan mengatakan, “Kamu terlalu sensitif” atau “Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.” Hal ini membuat korban merasa bahwa perasaannya tidak berarti atau valid.
  2. Dengan sengaja mendistorsi pikiran: Seseorang yang melakukan gaslighting dapat menyatakan bahwa korban “selalu salah ingat” atau “tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.” Ini bertujuan untuk membuat korban meragukan kemampuannya untuk mengingat atau memahami suatu situasi.
  3. Playing Victim: Pelaku gaslighting sering berpura-pura menjadi korban dalam situasi tertentu. Mereka mungkin mengatakan bahwa korban telah melukai mereka atau melakukan tindakan yang menyakitkan, meskipun sebaliknya yang sebenarnya terjadi.
  4. Mengubah perilaku sementara: Pelaku gaslighting mungkin berperilaku baik atau mendukung hanya saat orang lain ada di sekitar. Mereka berusaha untuk membuat korban merasa bahwa perasaan mereka tidak berarti atau overreacting ketika mereka mengeluh tentang perilaku buruk pelaku.
  5. Membiarkan diri Anda merasa sendirian: Pelaku gaslighting sering menciptakan situasi di mana korban merasa terisolasi dan tidak memiliki dukungan dari orang lain. Ini memudahkan mereka untuk mengendalikan korban lebih lanjut.
  6. Merasa telah mencapai banyak hal: Pelaku gaslighting mungkin sering mengingatkan korban tentang segala hal baik yang telah mereka lakukan untuk mereka. Hal ini bisa membuat korban merasa berhutang budi dan cenderung tetap dalam hubungan yang tidak sehat.

Ciri-Ciri Perilaku Gaslighting

Setelah mengetahui apa itu gaslighting, sekarang kita membahas ciri-cirinya!

Mengidentifikasi perilaku gaslighting dapat membantu Anda melindungi diri dari pengaruh negatifnya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri perilaku gaslighting:

  1. Selalu berbohong: Pelaku gaslighting sering kali berbohong secara terus-menerus, terutama ketika mereka ditangkap dalam kebohongan atau perilaku buruk.
  2. Mengajak untuk membenci seseorang: Mereka mungkin mencoba mengarahkan perasaan korban terhadap orang atau kelompok tertentu, dengan menggambarkannya sebagai penyebab masalah atau ancaman.
  3. Mengabaikan pikiran dan perasaan sendiri: Mereka cenderung mengabaikan atau meremehkan perasaan dan pikiran mereka sendiri, sehingga membuat korban merasa lebih buruk.
  4. Menyalahkan orang lain: Mereka jarang mengakui kesalahan mereka sendiri dan sering menyalahkan orang lain, terutama korban.
  5. Tidak mengakui kesalahan: Mereka akan menolak mengakui kesalahan atau tindakan buruk mereka, bahkan ketika bukti jelas menunjuk pada kesalahan mereka.
  6. Menggunakan rayuan sebagai senjata: Pelaku gaslighting mungkin menggunakan rayuan, seks, atau perasaan romantis sebagai senjata untuk mengendalikan korban atau memperkuat kontrol mereka.
  7. Memutarbalikkan fakta: Mereka sering memutarbalikkan fakta atau mengubah sejarah kejadian untuk membuat korban merasa bingung dan ragu-ragu tentang ingatan mereka sendiri.
  8. Biasanya menargetkan orang yang lemah: Pelaku gaslighting cenderung memilih korban yang lemah atau yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, karena lebih mudah untuk mengendalikan mereka.

Bagaimana Cara Menghilangkan Perilaku Gaslighting Pasangan Anda?

Setelah mengetahui apa itu gaslighting, sekarang kita membahas cara menghilangkannya.

Jika Anda merasa pasangan Anda melakukan perilaku gaslighting, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya. Berikut beberapa saran untuk menghilangkan perilaku gaslighting:

  1. Buat batasan yang jelas: Tentukan batasan yang sehat dalam hubungan Anda. Jelaskan apa yang Anda anggap tidak dapat ditoleransi dan apa yang diharapkan dalam hubungan yang sehat.
  2. Komunikasi terbuka: Bicarakan perasaan dan pengalaman Anda dengan pasangan secara terbuka dan jujur. Jangan biarkan mereka menghindari topik atau mengubah pembicaraan.
  3. Cari dukungan: Cari dukungan dari teman-teman, keluarga, atau konselor. Mereka dapat memberikan perspektif objektif dan dukungan emosional yang Anda butuhkan.
  4. Pertimbangkan terapi pasangan: Jika Anda merasa hubungan Anda masih berharga dan Anda ingin mencoba memperbaikinya, pertimbangkan untuk mencari terapi pasangan. Terapis dapat membantu Anda berdua mengatasi masalah komunikasi dan konflik.
  5. Pertimbangkan meninggalkan hubungan: Jika perilaku gaslighting terus berlanjut dan merusak kesehatan mental Anda, pertimbangkan untuk meninggalkan hubungan tersebut. Kesehatan dan kebahagiaan Anda harus menjadi prioritas.

Faktor Penyebab Perilaku Gaslighting

Setelah mengetahui apa itu gaslighting, sekarang kita membahas perilakunya. Perilaku gaslighting dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah psikologis, kebutuhan akan kontrol, atau pengalaman traumatis di masa lalu. Pelaku gaslighting mungkin memiliki masalah kepercayaan diri yang rendah dan mencari kekuasaan dan kendali untuk mengatasi rasa ketidakamanan mereka.

Tanda-Tanda bahwa Anda adalah korban gaslighting

Setelah mengetahui apa itu gaslighting, sekarng kita akan mengetahui tanda korbannya.

Tidak selalu mudah untuk menyadari bahwa Anda adalah korban gaslighting, terutama jika Anda sudah lama dalam hubungan tersebut. Beberapa tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bahwa Anda adalah korban gaslighting meliputi:

  1. **Merasa bingung atau tidak yakin tentang ingatan Anda sendiri.
  2. Kehilangan kepercayaan diri dan merasa rendah diri.
  3. Isolasi sosial karena pasangan Anda menghambat Anda dari bertemu teman-teman atau keluarga.
  4. Kesulitan mengambil keputusan karena Anda tidak percaya pada kemampuan Anda untuk membuat keputusan yang benar.
  5. Gangguan jiwa seperti kecemasan, depresi, atau stres berlebihan.
  6. Kesulitan mempercayai orang lain karena Anda telah belajar untuk meragukan persepsi dan ingatan Anda sendiri.

Dampak Negatif Gaslighting Pada Hubungan Asmara

Setelah mengetahui apa itu gaslighting, sekarang kita membahas dampak negatifnya.!

Gaslighting dapat merusak hubungan asmara dengan banyak cara. Beberapa dampak negatif gaslighting pada hubungan asmara meliputi:

  1. Kehilangan kepercayaan diri: Korban gaslighting sering kali merasa tidak berharga dan meragukan kemampuan mereka. Ini dapat merusak kepercayaan diri mereka dalam hubungan dan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Masalah kehidupan sosial: Pelaku gaslighting sering mengisolasi korban dari teman-teman dan keluarga mereka. Ini dapat mengarah pada masalah kehidupan sosial dan merasa terputus dari dukungan yang sehat.
  3. Kesulitan mengambil keputusan: Korban gaslighting sering meragukan kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang baik, bahkan dalam hal-hal kecil. Hal ini dapat mengganggu fungsi sehari-hari.
  4. Mengalami gangguan jiwa: Gaslighting dapat menyebabkan stres berkepanjangan, kecemasan, dan depresi. Ini dapat memiliki dampak serius pada kesehatan mental korban.
  5. Sulit mempercayai orang lain: Setelah mengalami gaslighting, seseorang mungkin kesulitan mempercayai orang lain karena mereka telah belajar untuk meragukan persepsi dan ingatan mereka sendiri.

Dalam menghadapi dampak negatif seperti ini, penting untuk mencari dukungan, baik dari profesional kesehatan mental maupun dari orang-orang terdekat Anda.

Kesimpulan

Apa itu Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang merusak dan meracuni hubungan antarindividu. Ini melibatkan meragukan kepercayaan diri dan persepsi korban dengan cara yang merugikan. Mengidentifikasi perilaku gaslighting, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku, adalah langkah penting untuk menghentikan siklus destruktif ini. Melibatkan dukungan dari profesional kesehatan mental atau terapis pasangan bisa menjadi langkah pertama yang baik dalam mengatasi masalah ini. Jika perlu, jangan ragu untuk mencari bantuan untuk mengatasi dampak negatif yang mungkin telah Anda alami akibat gaslighting. Kesehatan mental dan kesejahteraan Anda harus menjadi prioritas utama dalam kehidupan Anda.

Sumber:

  1. pesantren RH
  2. smp it RH
  3. yayasan RH
  4. SMP IT RH

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top